Postingan

𝐏𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠𝐧𝐲𝐚 𝐁𝐞𝐫𝐩𝐢𝐤𝐢𝐫 𝐏𝐨𝐬𝐢𝐭𝐢𝐟 𝐝𝐢 𝐓𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐏𝐚𝐧𝐝𝐞𝐦𝐢 𝐂𝐨𝐯𝐢𝐝-𝟏𝟗

Gambar
Wulan Nur Safitri Institut Agama Islam Negeri  Samarinda Email: wulannursafitri64@gmail.com Abstrak Tulisan ini menyajikan definsi serta manfaat dari berpikir positif agar masyarakat Indonesia dapat mengetahui bagaimana pentingnya berpikir positif terutama dalam menghadapi pandemi covid-19 yang masih berlanjut hingga penghujung tahun 2020 ini. Metodologi atau pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan metode adalah studi kepustakaan, seperti menelaah dan mengeksplorasi beberapa jenis buku dan jurnal. Adapun sifat dari studi yang dilakukan adalah deskriptif analisis, dan jenis data sekunder.

𝐌𝐚𝐤𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐢𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐈𝐬𝐥𝐚𝐦 𝐌𝐚𝐬𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐢 𝐔𝐦𝐚𝐲𝐲𝐚𝐡

Gambar
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah: Sejarah Pendidikan Islam Dosen pengampu: Dr. Syeh Hawib Hamzah, S.Ag Disusun Oleh: Wulan Nur Safitri (1911101100)  

Kumpulan Diksi KBBI

Gambar
  A Ambivalen = Bercabang dua yg saling bertentangan (spt mencintai dan membenci orang yg sama) Apatis = Acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh Adorasi = pengorbanan Arkais = berhubungan dengan masa lalu atau bercerita kuno, tidak lazim dipakai lagi Ancala = gunung   Aksa = Jauh  Atma = Jiwa; sukma; arwah Aksama: Ampunan Anala: Api Anila: Angin Anindita: Sempurna Anindya: Cantik Jelita Anitya: Tidak Kekal Ancala = gunung (KBBI) Anitya = Tidak Kekal Astu = Puji Ambu = Aroma Anak dara = Perempuan remaja yang belum menikah Arumi = Harum atau wangi Anca = Rintangan Afsun = Pesona Anggara = Buas; liar Ajun = Maksud Agah = Tatap Alap = Bagus Ancai = Abai  Andam karam = Lenyap Asmaraloka = Dunia cinta kasih Astu=puji Akara=bayang Arumi = harum atau wangi (dalam bahasa Afsun = pesona Anca = rintangan Anggara = buas;liar Adorasi = pengorbanan Ajun = maksud B Bongko = mati (jawa ; kasar) Bagaskara = Matahari Belungsang  = Bentak; hardik Benawat = Sombong Buana = D...

Catatan Dosa {1} Memohon Ampunan-Mu

Tajamnya malam menerkam bulan secercah harapan pengampunan Menapak terangnya langit semesta Rasa diri berdosa, tak kuat pun berkata "Ada" Lalu bait-bait rindu tenggelam sirna Menghimpun kecemburuan pada pada hamba sahaya Yang taat pada tuannya Ingin kuleburkan dosa yang berkecipak dalam dada Beristighfar mohon ampunan Mendenyutkan kalbu, hingga ku tak mampu Berpijak di atas bumi-Mu Sepersekian detik, pikir hujan turun Nyatanya diri ini tak tahan, kesedihan menyerbu... Kerinduan ini, ingin kuteguk dengan keikhlasan jiwaku Demi menggapai setetes cinta Kasih-Mu

Aku Menjauh

Gambar
By. Wulan N S Aku menjauh... pada hal yang tak kutahu aksaraku makin rapuh merangkai satu bait pun aku tak mampu kusadari puisi bukanlah hidupku hanya membuang waktu tanpa lagi harus menunggu   Aku akan menjauh... pada harapan yang tak lagi utuh dari pahitnya pena yang lumpuh berlari tanpa ragu menjemput asa yang mungkin baru (Muara Jawa, 07 Mei 2020) @Rumahtanpacahaya

Bukan Sekedar Goresan Kata

Puisi Dunia dalam kata Tentang pikir rasa tanpa arah dan makna Penyair yang tahu sebenarnya Pun begitu,  Tanya kita, mengapa harus ada? Karena keindahan aksara Tak boleh terbuang percuma goresan pena, goresan kata bukan hanya karya sastra semata Dalam barisnya Tertuang banyak kisah wujud dari ketidakberdayaan diri dalam berkata Jum'at, 11/01/19