Mengapa lagi?
Mengapa Lagi Oleh Y.E. Tatenggkeng Mengapa lagi Setiap pagi, Aku bangun dengan pengharapan, Sedang di hati hilang ketetapan? Mengapa lagi Setiap pagi, Aku berharap datangnya suka, Sedang di hati memendam duka? Mengapa lagi Setiap pagi, Kutunjuk muka yang riang manis, Sedang di hati mengalir tangis Mengapa lagi Setiap pagi, Kusempat gelak, kudapat nyanyi, Sedang di hati lengang dan sunyi? (dari: Rindu Dendam , hlm. 27)